Pasar Indralaya Becek dan Kotor
INDRALAYA - KBRS .Mau musim hujan atau musim kemarau. di pasar ini
selalu kebanjiran, jalanan dalam pasar selalu tergenang air berlumpur.
Inilah kondisi Pasar Inderalaya yang menjadi pasar induk di Kabupaten
Ogan Ilir (OI).
Di lokasi, Senin (13/6) pagi, air rembesan dari selokan/siring yang mampet banjiri jalan, sampah kantong plastik, barang dagangan yang busuk hingga bangkai ayam dan lainya mudah ditemui disini
Kondisi ini serasi dengan tidak adanya rencana perbaikan oleh pemerintah Kabupaten OI khususnya 3 tahun terakhir. Bahkan menurut para pedagang, sejak diresmikan sekira 14 tahun lalu belum ada perbaikan yang benar-benar dapat mengubuah image dan kondisi pasar inderalaya dari kata-kata becek dan kotor.
"Sudah lamo dek jalannyo becek dan banjir cak ini. Siringnyo mampet, jalannyo becek dan banjir, sampah berserakan plus motor lalu lalang di depan sini," ujar Husnaini salah satu pedagang, Senin ( 13/6).
Setali tiga uang, dikatakan Aprilia Yuhani (25) setiap pagi ia harus menggunakan sepatu boot untuk belanja sayur dan ikan di pasar tersebut
"Belanja sayur, ikan, daging disini harus siap-siap kotor dan terjiprat kotoran becek. Ke pasar ini minimal harus pakai sepatu boot kalau tak mau terinfeksi kutu air," terangnya.
Dan padahal baru di konblok jalan los pasar akan tetapi baru beberapa bulan konbloknya sudah pada hancur akibat nya pasar jadi semrawut para pedagang banyak yang mengeluhkan kinerja kepala pasar yang tidak transparan terhadap para pedagang.( lbs)
Di lokasi, Senin (13/6) pagi, air rembesan dari selokan/siring yang mampet banjiri jalan, sampah kantong plastik, barang dagangan yang busuk hingga bangkai ayam dan lainya mudah ditemui disini
Kondisi ini serasi dengan tidak adanya rencana perbaikan oleh pemerintah Kabupaten OI khususnya 3 tahun terakhir. Bahkan menurut para pedagang, sejak diresmikan sekira 14 tahun lalu belum ada perbaikan yang benar-benar dapat mengubuah image dan kondisi pasar inderalaya dari kata-kata becek dan kotor.
"Sudah lamo dek jalannyo becek dan banjir cak ini. Siringnyo mampet, jalannyo becek dan banjir, sampah berserakan plus motor lalu lalang di depan sini," ujar Husnaini salah satu pedagang, Senin ( 13/6).
Setali tiga uang, dikatakan Aprilia Yuhani (25) setiap pagi ia harus menggunakan sepatu boot untuk belanja sayur dan ikan di pasar tersebut
"Belanja sayur, ikan, daging disini harus siap-siap kotor dan terjiprat kotoran becek. Ke pasar ini minimal harus pakai sepatu boot kalau tak mau terinfeksi kutu air," terangnya.
Dan padahal baru di konblok jalan los pasar akan tetapi baru beberapa bulan konbloknya sudah pada hancur akibat nya pasar jadi semrawut para pedagang banyak yang mengeluhkan kinerja kepala pasar yang tidak transparan terhadap para pedagang.( lbs)
