Nunggak Tagihan Listrik Rp 300 juta, PDAM OI Terancam Mogok
OGAN ILIR, KBRS-Ini adalah akibat dariGara-gara belum membayar listrik sejak April hingga Juni yang mencapai Rp 300 jutaan, saluran listrik di PDAM Tirta Ogan terancam diputus
Setiap bulan kantor PDAM tersebut mendapatkan pasokan listrik sebanyak 540,3kilo volt ampere dari PLN, jumlah tersebut untuk mengoperasikan 16titik unit pengolahan air seperti di Serai Inderalaya, Tanjungraya Inderalaya, Tanjungbatu, Sungai Pinang, belum termasuk di unit pengolahan Muarakuang dan Pemulutan lantaran belum dioperasikan
Memang dari awal kita belum dapat subsidi dari pemerintah, sebelumnya kita pakai uang yang ada di kantor,namun lama_lama persiadaan dana juga terkikis karena memang kami ini setiap tahun disubsidi Pemkab Rp1,2miliar atau Rp100juta per bulan,namun karena belum ada pencairan untuk subsidi listrik kami sudah tidak mampu lagi membayar alias menunggak,"kata pegawainya yang mewanti wanti namanya disebutkan
Selain itu, sebenarnya dana yang masuk dari hasil pembayaran air dari konsumen sebesar Rp150jutaan atau hanya mempu membayar gaji pegawai Rp110juta per bulan, untuk membayar 43pegawai PDAM Tirta Ogan. "ya memang ada uang dari pembayaran air tapi tidak cukup hanya bisa buat bayar gaji pegawai,dan memang kami belum punya kekuatan buat bayar listrik sendiri karena masih disubsidi. Sementara tarif kita masih Rp1100 per kubik.
itu sangat tidak cukup untuk operasional, idealnya tarif kita Rp3ribu per kubik atau pemakaian Rp50ribu per bulan, tapi kan keputusan baik itu tidak bisa sembarangan harus ada persetujuan dpr dan pemerintah, selain itu ekonomi masyarakat saat ini lagi turun,jadi kondisinya susah," katanya.
Menurutnya saat ini jumlah pelanggan pdam mencapai ribuan,sementara subsidi Pemkab OI untuk membayar listrik Rp 1,2miliar, untuk biaya pemeliharaan tidak ada harus mencari sendiri,bahkan untuk Sungai pinang sudah mendapatkan surat dari pln hendak diputus, diberi tenggat waktu 2minggu
Direktur PDAM Tirta Ogan Zulkarnain mengakui kalau PDAM sedang kesulitan keuangan lantaran belum mendapatkan subsidi listrik dari pemkab,"ya sudah dilakukan namun belum ada dananya,tapi kita sudah mengirimkan surat ke bupati kemudian mengirimkan surat ke pln untuk meminta ke pln ditangguhkan pemutusannya, sampai kondisi keuangan pemkab ada,"ujarnya. Tak hanya pdam yang listriknya terancam diputus,PMI,Kini juga terancam diputus,lantaran menunggak biaya listrik.
Ketua Koni OI H Iklim Cahya mengatakan soal tunggakan listrik tersebut akan segera dilunasi
Terpisah Sekda OI H Herman mengatakan sebenarnya bukan tidak memberikan subsidi,namun memang itu belum dianggarkan oleh pdam saat apbd induk kemarin, dan untuk abt nanti pihak pdam sudah mengajukan. "Ya saya tidak tahu mengapa bisa tidak ter include masuk dalam apbd, kalau tidak masuk dalam anggaran bagaimana mau mencairkan otomatis menyalahi,namun di abt nanti pastinya dimasukkan,jadi pln jangan khawatirlah. Kalau koni ataupun ini ya itukan bisa dimasukkan dalam dana hibah yang diberikan oleh pemkab,"katanya.( lbs)
