Sopir Bus Di Intimidasi Aparat Polres Prabumulih, Rombongan Aksi Damai Tetap Ke Jakarta
PRABUMULIH, KBRS-Upaya pencegahan keberangkatan rombongan relawan untuk ikut aksi damai di Jakarta pada 2 Desember 2016, dilakukan oleh aparat Polres Prabumulih.
Sungguh upaya yang tak populer dan melukai hati masyarakat di Indonesia sebagai negara demokrasi.
Rombongan yang sudah siap berangkat terhalang sopir bus yang melarikan diri tak mau mengangkut rombongan itu, Rabu Malam, (30/11) di RM Minang Raya Gunung Ibul Prabumulih.
"Kami sebetulnya sudah berangkat menuju Jakarta, tapi mendapat informasi ada rombongan kita yang naik bus yang kita sewa, melarikan diri karena di intimidasi aparat Polres Prabumulih", ujar salah satu relawan Kandarian saat ditemui di RM Minang Raya.
Adanya intimidasi ini terkuak saat rombongan yang menunggu di RM Minang Raya, oleh aparat Satuan Intel Polres Prabumulih Rabu petang saat sang sopir menunggu di RM Minang Raya.
Alhasil sang sopir melarikan diri dan tak mau mengangkut rombongan ini.
Ketua tim rombongan Prabumulih Boy mengatakan intimidasi ini tak perlu dan mereka tetap berangkat apaun resikonya.
"Kami akan tetap berangkat ke Jakarta. Allah Akbar," tegasnya.
Pukul 22.44 WIB rombongan ini berangkat dengan bus Kramat Jati dan Sri Lambang serta 4 kendaraan milik pribadi relawan.
"Ada 120 orang yang ikut ke Jakarta.Doakan kami," pinta Boy.(bmg)
Sungguh upaya yang tak populer dan melukai hati masyarakat di Indonesia sebagai negara demokrasi.
Rombongan yang sudah siap berangkat terhalang sopir bus yang melarikan diri tak mau mengangkut rombongan itu, Rabu Malam, (30/11) di RM Minang Raya Gunung Ibul Prabumulih.
"Kami sebetulnya sudah berangkat menuju Jakarta, tapi mendapat informasi ada rombongan kita yang naik bus yang kita sewa, melarikan diri karena di intimidasi aparat Polres Prabumulih", ujar salah satu relawan Kandarian saat ditemui di RM Minang Raya.
Adanya intimidasi ini terkuak saat rombongan yang menunggu di RM Minang Raya, oleh aparat Satuan Intel Polres Prabumulih Rabu petang saat sang sopir menunggu di RM Minang Raya.
Alhasil sang sopir melarikan diri dan tak mau mengangkut rombongan ini.
Ketua tim rombongan Prabumulih Boy mengatakan intimidasi ini tak perlu dan mereka tetap berangkat apaun resikonya.
"Kami akan tetap berangkat ke Jakarta. Allah Akbar," tegasnya.
Pukul 22.44 WIB rombongan ini berangkat dengan bus Kramat Jati dan Sri Lambang serta 4 kendaraan milik pribadi relawan.
"Ada 120 orang yang ikut ke Jakarta.Doakan kami," pinta Boy.(bmg)

