Anak Funk Diamankan Satpol PP Banyuasin
BANYUASIN, KBRS - Dengan Menurunkan 25 anggota Satuan Polisi
Pamong Praja ( Sat Pol PP) yang dipimpin langsung Kasi Tibum Pol PP
Banyuasin M. Dirsyah, 9 orang anak punk yang selama ini meresahkan warga
Kecamatan Talang kelapa, Lari tunggang langgang saat dikejar oleh Sat
Pol PP Banyuasin.
Dari kesembilan anak punk tersebut hanya lima orang yang
berhasil diamankan, sedangkan empat lainnya lari dengan cara menceburkan
diri kedalam anak sungai, tidak pelak anggota Pol PP pun terpaksa
membasahkan tubuh agar anak punk dapat diamankan.
"Berdasarkan dari laporan masyarakat yang resah dengan
keberadaan anak-anak punk tersebut, kami bersama anggota langsung turun
ke lokasi untuk merazia anak-anak punk tersebut,Anak punk tesebut dari
wilayah Palembang, dan satu orang dari jakarta. Yang sudah menetap
selama 14 hari di Palembang ini" jelas, M. Dirsyah Kasi Ketertiban Umum
Sat Pol PP Banyuasin, kepada kabarakyatsumsel.com BANYUASIN, Rabu. (05/04)
Dikatakannya, dari laporan masyarakat di daerah Talang
kelapa sering terjadi pemalakan, barang-barang disekitar ruko ada yang
hilang.
"Anak-anak punk tersebut kita bawa ke kantor pol pp beserta
barang-barang milik mereka seperti gitar, sisir, dan pipa serta ayunan
untuk mereka bermain, kemudian mereka diberi surat pernyataan dan serta
surat perda No 10 Tahun 2009, tentang Ketertiban umum, dengan harapan
mereka tidak lagi mengulangi perbuatan mereka yang meresahkan
masyarakat" ujarnya.
Dirinya juga mengaku agar mereka tidak lagi mengulangi
perbuatan yang meresahkan pihaknya akan terus melakukan patroli
diberbagai titik rawan anak-anak punk.
"Kami melakukan patroli rutin untuk anak punk, seperti di
kecamatan Talang kelapa, Banyuasin III dan Suak tapeh serta Betung, "
tutupnya.
Sementara itu, KasatPol PP Banyuasin, Drs. Anthony Liando.
MM ketika ditemui diruang krjanya membenarkan giat razia yang dilakukan
anggotanya, yang merupakan agenda rutin Pol PP.
"Kegiatan rutin yang dilakukan oleh anggota kita dalam
membasmi Gepeng, Orang Gila, dan Anak punk, namun juga tergantung dengan
laporan warga atau tokoh masyarakat bila mereka melihat disekitar
mereka ada yang meresahkan, bisa langsung melalui sms, langsung kita
tanggapi dan akan kita razia" tegasnya.
Ditanya mengenai sangsi bagi anak-anak punk yang
tertangkap, dirinya mengaku sementara ini baru memberikan sangsi secara
tertulis dan sangsi yang masih ringan.
"Belum ada sangsi yang berat, namun kita hanya meminta
mereka membuat surat pernyataan dan menyanyikan lagu wajib
Indonesia."tandasnya. (Adam Malik)

