News BreakingNews
Live
wb_sunny

Breaking News

Mayat Pria Bertato Mengapung di Berbak

Mayat Pria Bertato Mengapung di Berbak

MUARASABAK, KBRS – Mayat pria yang dipenuhi tato dikedua tangannya, ditemukan warga Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak mengapung di Sungai Batanghari. Penemuan mayat tanpa identitas ini sontak mengejutkan warga sekitar, dan warga pun langsung menyeret mayat tanpa identitas itu dengan menggunakan pompong ke tepi sungai.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara, korban telah meninggal sekitar satu minggu yang lalu. Sehingga menyulitkan pihak kepolisian untuk mengindentifikasi wajah korban, terlebih ditubuh korban juga tidak ditemukan satu pun tanda pengenal atau identitas korban. Pihak kepolisian pun belum dapat memastikan penyebab kematian, pria yang diperkirakan berusia sekitar 35 hingga 40 tahun tersebut.

“Belum dapat dipastikan apakah jasad ini merupakan korban penganiayaan atau tidak, karena sekujur tubuh korban sudah membusuk dan membengkak,” kata Kapolsek Berbak IPDA P. Sagala.

Selain tangan bagian kiri dan kanan yang dipenuhi tato, saat ditemukan korban mengenakan kaos oblong warna putih dan mengenakan celana training warna abu-abu merek Nike. Korban juga mengenakan sebuah jam tangan stainless berwarna perak merek Alexander Cristie.

“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dengan ciri diatas dapat menghubungi aparat kepolisian,” ucap Kapolsek.

Jasad korban selanjutnya akan dititipkan di Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi, sembari menunggu kedatangan keluarga korban. “Di Rumah Sakit Umum Mattaher hanya sekedar dititipkan saja, karena untuk melakukan otopsi kita harus mendapat izin dari pihak keluarga korban,” tandasnya.

Terpisah, Camat Berbak Suparno pun tidak dapat memastikan bahwa jasad yang ditemukan warga mengambang di sungai itu merupakan warga Kecamatan Berbak. “Saya tidak dapat memastikan, tapi informasi penemuan jasad ini telah disebar luaskan. Namun hingga saat ini belum ada warga yang yang kehilangan anggota keluarganya, dengan ciri-ciri yang terdapat di jasad korban,” kata Camat.

Penemuan mayat yang hanyut tersebut terang camat, berawal ketika seseorang warga, melihat mayat di sungai dan langsung teriak histeris. Teriakan seorang warga yang belum diketahui identitasnya tersebut, terdengar oleh Hendri yang rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan mayat. Ketika mengetahui ada mayat yang hanyut di sungai, Hendri pun langsung bergegas ke rumah rekannya Acon, untuk mengambil pompong dan bersama-sama menyeret jasad korban ke tepi sungai.

“Warga menemukan jasad itu sekitar pukul 08.00 WIB kemarin (3/4), dan sekarang jasad itu tengah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Mattaher Jambi,” tandasnya.(tim

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.