Penyelenggara UNBK Kurang Fasilitas SMK Unggul Numpang Di SMA Plus
BANYUASIN, KBRS - Kurangnya Fasilitas yang mendukung
pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), memaksa 138 Siswa
SMK Unggulan Negeri 2 Banyuasin III harus menumpang ke sekolah lain.
Sekolah tersebut terpaksa memanfaatkan komputer milik
Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Negeri 2 Banyuasin III, karena tidak
memiliki komputer lengkap.
Kepala SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin III, M Nuh SP M.Si ketika di konfirmasi kabarakyatsumsel.com mengatakan, selain tidak lengkap sarana UNBK juga lingkungan sekolah sinyal internet terganggu.
“Kita memakai komputer milik SMA Plus karena SMK Unggul
belum memiliki peralatan lengkap, apa lagi untuk kali pertama
menyelenggarakan UNBK,” ujarnya
Menurut dia, ada 5 Program Studi (Prodi) yang mengikuti
UNBK yakni, prodi Pengolah Hasil Perkebunan (PPHP), Agribisnis Tanaman
Perkebunan (ATP), Agribisnis Ternak Unggas (ATU), Agribisnis Perikanan
(AP) dan Multi Media (MM).
Ke 138 peserta UNBK dari SMK Unggulan Negeri 2 Banyuasin
III tersebut menggunakan dua ruang laboraturium komputer.
Penyelenggaraannya secara bergantian di SMA Plus Negeri Banyuasin III.
“ Penyelenggaraan UNBK tetap 3 Sesi, mulai 07.30 WIB hingga
selesai sesi ketiga sekitar pukul 01.30 WIB. Itupun kalau tidak ada
gangguan jaringan internet,” tegas nya.
Selama pelaksanaan UNBK ujar dia, tidak ditemukan kendala
berarti, hanya saja beberapa kali aliran listrik padam akibat beban
Listrik yang dipakai dalam pelaksanaan UNBK terlalu tinggi di ruang
ujian, sehingga Mini Circuit Breaker (MCB) terturun sendiri.
Namun pelaksanaan sama sekali ujian tidak terganggu, karena
dilengkapi dengan prangkat UPS milik SMA Plus sangat baik, maka
komputer peserta ujian tidak langsung padam.
"Gangguan listrik tidak ada kaitannya dengan Perusahaan
Listrik Negara (PLN) Rayon Pangkalan Balai, sebab PLN sudah berkomitmen
tidak akan melakukn upaya pemadaman litsrik di daerah tempat selama
pelaksanaan UNBK berlangsung," tandasnya. (Adam Malik)

