Supriono : Kedamaian Dan Kerukunan Beragama Tentu Tidak Datang Dengan Sendirinya
BANYUASIN, KBRS - Plt. Bupati Banyuasin Ir.S.A. Supriono MM
menghadiri Perayaan Dharma santi Nyepi Tahun Saka 1939 yang digelar
warga Hindu di Balai Pesamuan Pura Candra Sidhi Kecamatan Makarti Jaya,
Kabupaten Banyuasin, Rabu (5/4).Dalam acara tersebut nampak Plt Bupati
Banyuasin membaur dengan umat Hindu dan terlihat sangat akrab.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Kemenag
Kabupaten Banyuasin, Kapolres Banyuasin, Wakil Ketua DPRD Kab. Banyuasin
beserta Anggota, dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Banyuasin.
Kepala Kantor Kementarian agama Kabupaten Banyuasin dalam
kesempatan tersebut mengatakan bahwa perayaan agama merupakan bagian
dari pemerintah, dalam hal ini urusan Kementrian agama, yang mengurusi
agama di indonesia.
“Saya sangat berharap, tema besar perayaan Nyepi tahun ini
benar-benar menjadi buku manual yang tidak hanya bersifat filosofis
tetapi juga konkret untuk mewujudkan toleransi dan kerukunan umat
beragam,” ucap Kakan Kemenag Kab. Banyuasin H. Abadil Tarmuni.
Secara universal terang Abadil, Agama Hindu terdapat ajaran
pandangan hidup bernegara yang menekankan pada ajaran moral dan etika
yang baik, budi pekerti yang luhur, nilai-nilai keadilan dan kebenaran
yang sejati serta sikap toleransi yang kuat. Prinsipnya kita dapat hidup
rukun dan bersatu dengan semangat bhinneka tunggal ika.
“Kesadaran moral seperti ini akan menjadi langkah awal yang
baik bagi umat Hindu untuk mempersiapkan diri, baik sebelum maupun
setelah hari raya Nyepi,” ujarnya
Sementara itu Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
Putu Sirpa, S.Pd mengatakan, Dharma Santi merupakan salah satu dari
ajaran agama Hindu sebagai bagian dari aktualisasi ajaran weda. Kegiatan
ini diwujudkan dengan menjalin kebersamaan antar umat Hindu dalam
bentuk dharma wecana, diskusi maupun saling mengunjungi.
Tujuan dharma santi dilaksanakan adalah untuk mencapai
kedamaian dengan jalan kebenaran, sehingga konsep memulai dari nol
(keheningan) pada hari suci Nyepi kemudian kembali pada nol
(kedamain/santi). Kedamaian yang dimaksud disini tidak hanya sebatas
sebagai kedamaian pribadi (personal) akan tetapi kedamaian yang
diperoleh semua orang sebagai mahluk sosial.
“Dharma itu kebenaran, santi kedamaian, dharma santi
artinya dharma untuk mencapai kedamaian sehingga begitu kita kosong
(nyepi) mulai dari nol setelah itu kita melakukan dharma santi artinya
untuk memulai suatu yang baru kita mulai dengan kesadaran bahwa kita itu
adalah mahluk sosial kemudian penyadaran bahwa kita tidak bisa hidup
sendiri penyadaran bahwa Hindu itu sangat kolektif dia itu hidup
bersama” imbuhnya
Umat Hindu merayakan nyepi 28 Maret yang lalu. “Perayaan
ini telah dimulai sejak tahun 78 Masehi, yaitu pada saat itu tahun baru
Saka diresmikan berbarengan dengan penobatan Raja Kaniskha dan Dinasti
Kushana.” lanjut dia.
Ada beberapa pantangan yang harus ditaati, yaitu Amati’
Karya atau Tidak Boleh bekerja. Amati’ Geni atau Tidak Boleh Menyalakan
Api. ‘Amati’ Lelungan atau Tidak Boleh Bepergian dan yang terakhir tidak
boleh bersenang senang.
Sebelumnya, dilakukan Peletakan batu pertama Balai Kesenian
Pura Candra Sidhi oleh Wakil Bupati selaku Plt. Bupati Banyuasin Ir. SA
Supriono MM.
Dalam sambutan Supriono mengungkapkan, dirinya merasa
sangat bangga dapat hadir pada acara yang penting ini. Semuanya
berangkat dari ketulusan hati untuk berbagi kasih sayang dan
perasahabatan dengan segenap umat Hindu di Banyuasin.
Atas peran serta pengabdian Pengurus PHDI Kecamatan Makarti
Jaya, Supriono memberikan apresiasi yang tinggi dalam ikut serta
menciptakan kehidupan bangsa yang damai adil, dan sejahtera.
Mari kita terus tumbuhkan harmoni dan toleransi yang menjadi pondasi dari kehidupan masyarakat yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila.
Mari kita terus tumbuhkan harmoni dan toleransi yang menjadi pondasi dari kehidupan masyarakat yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila.
“Kedamaian dan kerukunan itu tentu tidak datang dengan
sendirinya. Dalam kehidupan bangsa yang majemuk, kita harus senantiasa
menciptakan, memelihara, dan terus menyegarkan perdamaian persatuan, dan
kerukunan itu. Ini merupakan tugas kita bersama. Perayaan ini bisa
semakin membuat kita lebih religius dalam mensucikan
Plt. Bupati Banyuasin sempat meresmikan Rumah Sakit Pratama
Makarti Jaya yang dapat melayani 3 kecamatan terdekat yaitu, Sumber
Marga Telang, Muara Padang, dan Miara Sugihan. (Adam Malik)

