Warga Wali Songo Desak Pemkab Dan BPRD Banyuasin
BANYUASIN, KBRS - Sebelumnya Warga Wali Songo Desa Bukit Kecamatan Betung mengatas namakan FORMAT telah melakukan aksi unras di Kantor Bupati dan DPRD Banyuasin meminta kepada Bupati dan DPRD untuk membagun jalan Wali Songo yang sudah rusak parah sepanjang dua kilo meter.
Terkait dengan hal tersebut Kepala Desa Bukit bersama warga terus mendesak dewan dan pemerintah dengan mendatangi Komisi III meminta pembangunan jalan tersebut agar segerah direalisasikan.
Pertemuan mereka dengan Komisi III langsung dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuasin Heriyadi HM Yusuf SP diruang rapat Komisi III guna membahas desakan warga Walisongo Desa Bukit Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Kamis (26/10).
Hadir dalam rapat tersebut anggota Komisi III, Sriyatun, Herawati, Damang Wahyuni, H Azwar Hamid, Jupriyadi, Kadis PUTR, Ir. Erlan didampingi Kabid dan Kasinya, Kades serta Kadus III dan IV Deaa Bukit serta puluhan perwakilan warga Walisongo yang juga ikut mendampingi. Juga terlihat hadir pendamping warga Darwis serta Carles dari pembina Format.
Sebagai pendamping warga, Darwis kulonuwun menyampaikan atas kedatangannya keruang rapat Komisi III untuk menindaklanjuti dari aksi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, karena warga ini sudah jenuh dan bosan dengan janji-janji yang dilontarkan baik dari Dewan maupun pemkab Banyuasin.
"Pada kesempatan ini kata Darwis kami meminta komitmennya supaya jalan desa yang padat permukiman penduduk itu segera dibangun cor beton, sebab kalau datang hujan licin dan becek, datang kemarau rumah warga kami dimasuki debu, tegasnya.
Ketua forum masyarakat Walisongo, Mino mengatakan bahwa jalan Walisongo sejak tahun 80 an hingga saat ini belum pernah dibangun, maka kesempatan ini minta jalan sepanjang dua kilo meter tersebut untuk segera dibangun cor beton.
Perlu dietahui jelas dia, bahwa jalan itu bukan jalan perusahaan, tetapi itu jalan desa. Kami sebagai warga Walisongo merasa dianak-tirikan, padahal lokasi jalan kami itu berada dimuara dijalan negara, "Sementara jalan desa yang berada di plosok sudah banyak yang di cor dan di aspal," tutur dia.
Ditegaskan Mino, sejak saya masih kecil dan sekarang saya sudah punya anak kecil-kecil jalan tersebut belum pernah tersentuh perbangunan, maka kedatangan kami diruang sidang terhormat mendesak supaya direalisasikan pembangunannya, jangan diumbar janji lagi.
"Setelah kami gelar aksi, akhirnya dilakukan pengukuran dari PUTR beberapa waktu yang lalu dan kami sudah sangat bosan dengan janji terus, maka akan kami kawal terus sampai sejauh mana komitmen baik pemkab maupun DPRD Banyuasin," tegas dia.
Pembina Format Walisongo, Charles pada kesempatan dialognya mengharapkan bahwa janji sekali yang terakhir dengan diukurnya jalan itu merupakan pengukuran yang terakhir juga. Kami berharap kepada komisi III untuk mengawal jalanya proses realisasinya.
"Sudah 32 tahun kami sekedar dijanjikan terus, maka pada 2018 bukan sekedar janji lagi tetapi harus direalisasikan. Saya kembali mengingatkan wakil ketua DPRD Banyuasin Heriyadi yang sudah pernah menanda-tangani janjinya, tetapi itu akhirnya nihil hasilnya, namun untuk sekali ini tidak dapat ditawar-tawar lagi," desaknya.
Dikatakan Charles, bahwa jalan itu juga merupakan akses yang dapat meningkatkan PAD Banyuasin melalui pajak yang dihasilkan dari PTPN VII Unit Betung Krawo sejak puluhan tahun lalu. Padahal itu jalan desa bukan jalanya perusahaan.
"Mengenai perwujudan realisasi pembangunan jalan tersebut saya meminta setiap kendaraan yang melintas harus sesuai dengan tonase yang ditetapkan, sehingga bisa dibuat perdesnya," bebernya.
Kades Bukit Agusman ketika diminta komentarnya, mengakui kalau keinginan warga mengenai pembangunan jalan itu saat ini pihaknya tidak dapat mencegahnya,kalau tahun lalu, selaku kades masih dapat mencegahnya.
"Saya selaku Kades secara berulang-ulang meminta tolong kepada pimpinan dewan dan Bupati Banyuasin supaya sekali ini minta tolong direalisasikan, entah dari mana asal dananya, yang penting bisa diwujudkan, tuturnya.
Sementara itu Pimpinan rapat Heriyadi menguraikan APBD tahun 2017 hanya Rp.1 milyar, jadi kalu dicor beton dana itu tidak cukup, guna meyakinkan warga untuk jalan Walisongo siap dikawal tahun 2018.
Selain itu ujar dia, sebenarnya keterlibatan dua perusahan itu perlu sekali sayangnya tidak hadir. "Kalau undangan ada, tapi dari sekretariat dewan disampaikan atau tidak belum sempat dikonfirmasikan.Oleh karena itu saya minta melalui Kades untuk menemui dua perusahaan itu, apa peranya dan hasilnya sampaikan kepada kami untuk disampaikan ke Bupati," harapnya.
Anggota komisi III yang lain Sriyatun dalam saran dan usulnya, dua perusahaan harus dilibatkan dalam pembangunan jalan itu, karena dana ada yang namanya CSR, selain itu disarankan agar kades membuat perdes dan disampaikan ke camat hingga ke DPRD, "jika masih tidak ada kepeduliannya lebih baik jalan itu diportal," tegas dia.
Demikian juga yang disampaikan Jupriyanto dari Fraksi PDIP, dirinya siap kawal pembangunan jalan dan jika masih tetap tidak peduli maka jalan itu setuju untuk di portal.
Anggota komisi III H Azwar Hamid akui kalau kemarau debunya masuk kedalam rumah warga dan jalan itu telah lama dan banyak kendaraan perusahaan yang melintas mengangkut hasil produksi usahanya.
"Maka saya berharap jika sampai gagal lagi, Kadis PUTR harus bertanggung-jawab dan kami dari Dapil VI dan Komisi III siap mengawalnya sampai terealisasi," tegas Azuar Hamid meyakinkan.
Menanggapi hal ini Kadis PUTR. Ir. Erlan mengatakan pihaknya serius untuk merealisasikan untuk pembangunan jalan itu dan perlu penanganan khusus, sebab jalan itu dilintasi kendaraan perusahaan.
"Pemkab Banyuasin setelah dilakukan pengukuran harus sudah siapkan Dana yang dibutuhkan Rp. 4,5 milyar dengan ketebalan 20 cm dengan urat tulang besi dan jalan tanpa harus diportal, tapi kalau dengan anggaran Rp. 3,5 Milyar dengan tonase maksimal 8 ton jalan harus diportal, Tetapi saat ini dari Pemkab Banyuasin baru siap dana Rp.1,5 milyar, urainya singkat.
"Karena pemkab baru ada dana Rp.1,5 milyar, maka dua perusahaan PTPN VII dan Pt. Hamita Utama Karya harus dilibatkan dalam pembangunan jalan tersebut pungkas dia. (Adam Malik)
