Kepala PTH OKI Kunjungi Pulau Gumantung Induk Cetak Sawah
OKI, KabaRakyatsumsel.com --- Kegiatan kunjungan optimalisasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman, dan Holtikultura (KPTH) Kabupaten OKI untuk Desa Pulau Gemantung Induk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI sudah dimulai dan menuai hasi.
Dalam sambutanya kepala dinas kpth mengatakan bahwa hamparan cetak sawah di desa pulau gumantung induk kec. Tanjung lubuk salah satu pelaksana kegiatan cetaj sawah tahun 2019 yang saat ini kita optimalkan agar dapat kita tanami 2 sampai 3x setahun.agar mendukung oki sebagai penyumbang tingkat nasional.
"Pembukaan cetak sawah di Desa Pulau Gemantung dimulai tahun 2016, dimana desa ini mendapat luasan cetak sawah 260 hektar,"
"Sehingga dibentuk sebanyak 14 kelompok tani dan alhamdulillah saat ini cetak sawah ini sukses," ucapnya saat berkunjung langsung ke lokasi sawah, Jum'at (13/12/2019).
Ditambahkannya, lahan yang sebelumnya berupa gambut tersebut sudah bisa ditanami padi.
"Lahan sawah dengan luas 260 hektar tersebut sudah mampu ditanam 2 kali dalam setahun," jelasnya.
Kepala Desa Pulau Gemantung Induk Sadzali Dahulu Ratu mengatakan program yang diberikan oleh pemerintah ini mampu menghidupkan perekonomian warga.
"Warga sangat semangat dalam menanam padi dan juga bantuan seperti pupuk subsidi serta lahan yang dibagikan kepada masyarakat," ujar Sadzali.
Ia mengatakan masyarakat senang karena lahan yang sebelumnya gersang akhirnya dapat di manfaatkan warga sekitar untuk bercocok tanam.
"Sebelumnya lahan ini cukup gersang hanya ditumbuhi rumput karena berupa tanah gambut, dengan adanya program Serasi ini masyarakat dapat memanfaatkan nya dengan bersawah," ucapnya.
Sementara itu Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tanjung Lubuk Herman SP mengatakan dengan adanya program Serasi diharapkan dari lahan 4400 hektar di Kecamatan Tanjung Lubuk.
"Kami optimiskan masyarakat dapat mengoptimalisasi lahan persawahan garapan yang telah ada,"
"Kita mendukung dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung target pemerintah Swasembada lumbung pangan Dunia di tahun 2045 mendatang," tuturnya.

