Minilokakarya Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Suak Tapeh
BANYUASIN, KabaRakyatsumsel.co.id - Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Suak Tapeh, telah dilaksanakan Minilokakarya Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Suak Tapeh yang diselenggarakan di Kantor PLKB Suak Tapeh, Jum'at (25/11).
Camat Suak Tapeh Sashadiman Ralibi SAg MSi saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa Stunting merupakan kegagalan pada tumbuh kembang pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga pertumbuhan tinggi badan anak terhambat, dan anak terlalu pendek untuk seusianya.
"Kegiatan ini diharapkan bisa mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga serta pemantauan pendampingan keluarga di tingkat Kecamatan," ujar Sashadiman Ralibi.
Sashadiman Ralibi juga mengharapkan, agar semua pihak bekerja sama untuk percepatan penurunan angka Stunting di Kecamatan Suak Tapeh.
“Langkah-langkah penurunan Stunting dapat dilakukan dengan pemantapan koordinasi lintas sektor, baik Puskesmas, pengurus PKK Kecamatan dan Desa, Penyuluh KB, Bidan desa, dan unsur lainnya,” beber dia.
Menurutnya, juga perlu untuk memantapkan gerak langkah tim pendamping keluarga bagi keluarga yang berisiko mengalami Stunting.
“Sasaran bisa dilakukan kepada calon pengantin pra-nikah, ibu menyusui. Juga perlu penekanan pada desa yang mengalami lokus Stunting. Minimal tidak ada penambahan angka stunting di desa lokus,” ungkap dia.
Sementara Korlap PLKB Suak Tapeh Darminto SSos juga menyampaikan bahwa pencegahan stunting tidak hanya pendampingan balita dan ibu hamil tetapi dimulai dari pendampingan kepada calon pengantin yaitu 3 bulan sebelum hari pernikahan.
"Selain itu, untuk menurunkan angka Stunting juga diperlukan adanya peningkatan promosi kesehatan, penyuluhan kualitas keluarga, pendewasaan usia perkawinan dan pendidikan reproduksi keluarga," kata Darminto.
Darminto menambahkan pentingnya adanya koordinasi dengan organisasi masyarakat (ormas), organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, lembaga NU dan badan otonomnya.
"Perlu kerja sama dengan semua pihak termasuk ormas keagamaan, kelompok pengajian keagamaan. Saat perkumpulan misalnya bisa diselipkan sosialisasi program penanganan Stunting,”pungkas dia.
Turut hadir dalam giat tersebut para Kades dalam wiayah Suak Tapeh, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), KUA Suak Tapeh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kader Kesehatan, dan Perwakilan kader Posyandu.(Adm)

