Anjal dan Pengemis Menjamur Selama Puasa
| Ilustrasi (foto : net) |
LUBUKLINGGAU, KBRS
– Dinas Sosial (Disnsos) Kota Lubuklinggau menyebutkan selama bulan
puasa jumlah anak jalanan (Anjal), pengemis dan pengamen alami
peningkatan. Itu berdasarkan pengamatan dilapangan yang mana dalam waktu
dekat Dinsos berencan akan melakukan upaya penertiban.
Sekretaris
Dinsos Kota Lubuklinggau, Indra Syafei menjelaskan anjal, pengmis dan
pengamen tersebut disnyalir merupakan pendatang dari daerah dan provinsi
tetangga. Mereka juga merupakan pemain lama dan adapula pemain baru
yang mana didominasi merupakan anak jalanan.
“Selama
puasa gepeng dan anjal alami peningkatan. Yangt jelas mereka pendatang
dari daerah tetangga dan provinsi tetangga. Dalam waktu dekat mungkin
diadakan operasi penertiban dan didata,” jelas Indra.
Menurutnya,
peningkatan jumlah anjal, pengemis dan gepeng dibulan puasa disinyalir
memang Kota Lubuklinggau dijadikan sasaran empuk mereka untuk mengadu
nasib. Dan pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bersedekah pada
tempatnya. Dan pihaknya tidak melarang masyarakat untuk melakukan
sedekah.
“Kita
kasihan mereka (anjal, pengemis), maksud kita baik. Tapi sadar tidak,
itu semakin rusak mental dan moralnya. Dan mereka berangapan lebih baik
mminta-minta saja sehingga lanjut menjadi kebiasaan mereka,” bebernya.
Indra
mengungkapkan, selama ini pihaknya tidak dapat melakukan penampungan
terhadap anjal, pengemis yang terjaring penertiban. Sebab keterbatasan
anggaran, sehingga mereka yang terjaring hanya dilakukan pendataan dan
selanjutnya dipulangkan ketempat asal masing-masing.
Adapun
titik-titik tempat anjal dan pengemis beraktivitas dikota Lubuklinggau
yakni simpang lampu merah RCA, simpang lampu mereha Kenanga II dan
dipasar-pasar. “Tidak terlalu banyak disimpang RCA sekitar 4 atau lima
orang. Titik mereka simpang kenanga 2 dan pasar-pasar,” pungkasnya.(AB)
