RSUD Banyuasin Hutang Obat Rp 280 Juta
BANYUASIN, KBRS - Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin saat
lakukan sidak ke RSUD Banyuasin, Selasa (4/04), mendapati pasien tidak
mendapatkan obat dari rumah sakit, lantaran stok obat tidak ada.
Dalam sidak yang langsung di pimpin oleh Jamaluddin ketua
dari Komisi IV, DPRD Banyuasin beserta anggota lainnya, langsung masuk
ke RSUD Banyuasin.
Dari pantauan dan informasi yang di himpun, saat sidak
berlangsung anggota DPRD Banyuasin, dari beberapa pasien tidak
mendapatkan obat dari pihak rumah sakit, pasien-pasien itu membeli obat
di apotik lantaran stok obat di rumah sakit kosong, serta mereka juga
mendapati kondisi ruangan yang tidak di lengkapi dengan Fasilitas yang
selayaknya seperti pendingin ruangan (AC) dan ironisnya pasien membawa
kipas angin sendiri dari rumahnya.
Selain itu, kondisi ruangan yang plaponnya rusak juga
terlihat sehingga menambah kondisi Rumah Sakit Daerah kabupaten
Banyuasin tersebut sangatlah memprihatinkan.
Ketika pihak DPRD Banyuasin tersebut bertemu dengan
Direktur Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banyuasin, di Gudang penyimpanan
stok obat-obatan yang terlihat hanya sebagian yang berisikan obat
obatan.
“Kondisinya seperti ini, kita sudah memesan kembali obat ke
tiga perusahaan yang telah biasa menyuplai obat-obatan kita, tapi tak
pernah dikirim karna kita masih ada hutang sebeaar Rp 280 juta dengan
tiga perushaan tersebut,”kata Direktur Utama RSUD Banyuasin dr Emi Lidia
Arlinu MSi, di hadapan anggota DPRD Banyuasin.
Masih katanya untuk membayar hutang kepada tiga perusahaan
tersebut saat ini anggran di RSUD banyuasin minim dan pihak kami masih
menunggu anggaran APBD.
” Anggaran lagi kosong dan anggran juga kita belum turun dari BPKAD,” tandasnya. (Adam Malik)

