Agus Safutera : Panen Hujan Solusi Penyediaan Air Bersih di Kawasan Perairan Banyuasin
BANYUASIN, KBRS -Secara umum, kawasan perairan Banyuasin adalah wilayah daerah rawa pasang surut yang merupakan lahan basah dengan sumber daya air yang berlimpah baik dari sungai musi, sungai Banyuasin, sungai Telang, sungai Upang maupun sungai2 kecil lainnya.Akan tetapi, air yang melimpah ini tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya sebagai sumber air bersih (minum) dikarenakan rata- rata air tersebut bersifat asin, payau bahkan asam baik akibat pengaruh intrusi air asin maupun pirit yang banyak terkandung dilahan rawa.
Agus Safutera ST pegawai Kementrian PUPR Sumsel menyebutkan, lebih kurang 30 tahun lebih sejak era transmigrasi dan pembukaan lahan irigasi rawa pasang surut sampai dengan saat ini, pemerintah belum mampu menyediakan fasilitas air bersih yang layak, kontinu dan murah diwilayah lumbung pangan nasional ini yang merupakan tanggung jawab mutlak pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
"Panen air hujan adalah salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan air bersih di wilayah perairan. Panen air hujan atau rainwater harvesting merupakan suatu cara untuk menampung air pada saat hujan, disimpan dalam suatu tampungan," ujar Agus.
Salah satu teknik panen air hujan lanjut Agus, adalah dengan memanfaatkan atap rumah dimana air hujan yang jatuh di atas atap akan dikumpulkan dan ditampung ke tangki atau bak penampung air hujan. Air hujan yang jatuh di permukaan atap rumah akan melimpas menjadi aliran permukaan.
"Air hujan yang melimpas tersebut akan dikumpulkan melalui saluran pengumpul (talang) berbentuk saluran pipa yang dapat terbuat dari bahan metal (Galvanized Iron Pipe), PVC, atau bahan lain yang cukup kuat dan tahan lama. Air hujan yang terkumpul kemudian akan di alirkan ke tampungan air hujan berbentuk tangki atau bak yang dilengkapi dengan water tap sebagai outlet apabila air hujan yang ditampung akan digunakan untuk keperluan konsumsi air sehari-hari," tuturnya.
Menurut Agus, konstruksi untuk pemanenan air hujan dapat dibuat dengan cepat karena cukup sederhana dan mudah dalam pembuatannya," Komponen-komponen utama konstruksi tanpungan air hujan terdiri dari atap rumah, saluran pengumpul (collector channel), filter untuk menyaring daun-daun atau kotoran lainnya yang terangkut oleh air, dan bak penampung air hujan," tandasnya. (Adam Malik)

