Lomba Pencak Silat Diduga Tak Transparan
MUBA, KBRS-Kejuaraan Pencak Silat Bupati Muba Cup 2017 digelar. Sebanyak 14 perguruan pencak silat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Stabel Berkuda Sekayu, (3/8)
Adapun kelas yang digelar yaitu kelas A sampai kelas I Tingkat Remaja dan Dewasa. H Dodi Reza diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Drs Suandi membuka kegiatan ini. Namun, kegiatan ini mendapat protes dari salah satu perguruan, bahwa adanya indikasi siswa yang didatangkan diluar dari Kabupaten Muba dan uang pembinaan yang diduga dihilangkan panitia.
Joni, pelatih HIMSSI GP Muba mengatakan pihaknya protes karena diduga tak transparan.
"Kami menduga saat perlombaan berlangsung, terdapat salah satu perguruan yang mendatangkan atlit dari luar Muba dan hal ini menunjukkan ketidaktransparanan panitia. Ditambah lagi, uang pembinaan yang dijanjikan, dihilangkan dengan alasan kehabisan dana," papar Joni via ponsel, Sabtu (5/8) kepada KabaRakyatsumsel.com
Dirinya lanjut Joni, saat pembagian hadiah menemui panitia bernama Pak Heri Hermansa MSi dan menanyakan uang pembinaan yang ditiadakan.
"Begini pak Joni, mengenai uang pembinaan kita tak ada dana untuk memberikan. Karena dana yang kita usulkan banyak yang tak dicairkan," ujar Joni menirukan ucapan Heri. Lantas Joni pun kembali bertanya, bukankan di lembaran Juknis kegiatan ada tercantum uang pembinaan. Dan hal ini dibenarkan Heri. "Memang rencana awal ada uang pembinaan untuk Juara I sebesar Rp2,5 juta, namun dananya tak dicairkan, sedangkan saat ini saja panitia kegiatan sudah nombok, jadi minta maaf saja," tutur Joni lagi.
Joni menyayangkan kenapa hal ini tak diumumkan dari awal sebelum kegiatan dimulai. Heri pun menurut Joni, sedang berusaha dapat mengusulkan kembali. "Kalaupun usulan disetujui, kita akan hubungi para official pemenang," tambah Joni, lagi-lagi menirukan ucapan Heri.
Sementara itu, Ketua Pencab HIMSSI GP Muba M Rusli Mahdi menyayangkan adanya keterlibatan atlit dari luar Muba.
"Kita sayangkan, adanya atlit luar ini. Mestinya kegiatan ini harus tansparan, apalagi ini mengatasnamakan Bupati Muba Cup. Sungguh tak etis jika hal ini terjadi," jelas M Rusli.
Sementara ketua pelaksana kegiatan belum dapat dimintai keterangan terkait masalah ini.(Rdi)

