SMP Negeri 1 Muaradua Diduga Lakukan Pungli
OKU Selatan, KBRS-SMP Negeri 1 Muara Dua OKU Selatan merupakan salah satu SMP percontohan di OKU Selatan. Untuk menunjang kemajuan sekolah dan ketertinggalan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), sekolah ini belum mampu selenggarakan UNBK sendiri, karena ketertiadaan alat komputer.
Maka dari itu pihak sekolah dan komite berharap dapat menggelar UNBK pada tahun ajaran 2018 mendatang. Akhirnya pihak sekolah bersama komite melakukan upaya memungut sumbangan untuk mengadakan alat komputer. Ketua Komite Sekolah SMP 1 Muara Dua Muklis saat ditemui mengatakan upaya sumbangan untuk beli alat komputer agar dapat menggelar UNBK pada tahun 2018 sudah dilakukan tahun lalu sebelum dirinya menjabat.
"Saya hanya melanjutkan program tahun sebelumnya, karena pihak sekolah langsung sodorkan kegiatan sumbangan ini, pihak komite langsung membahas dan disepakati wali murid yang hadir pada saat itu. Besaran sumbangan adalah antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per murid. Dan digunakan untuk pembelian komputer sekolah," papar Muklis, kepada Pokjawan OKUS saat disambangi dikediamannya beberapa waktu lalu.
Namun ia belum mengetahui kapan uang tersebut mulai dikumpulukan karena belum ada konfirmasi dari pihak sekolah.
Pihak sekolah membenarkan adanya pungutan ini.
"Kita memang meminta sumbangan sebesar Rp100 ribu per siswa untuk kelas 1 hingga kelas 2, dan kelas 3 sebesar Rp200 ribu persiswa," jelas Kepala SMP Negeri 1 Noni, saat ditemui. Ia mengatakan saat ini sekolah hanya memiliki 30 unit komputer dan 10 unit komputer dalam kondisi rusak. "Kita lakukan pungutan untuk membeli komputer agar dapat mengikuti UNBK. Ada 68 murid yang akan mengikuti UNBK dan pihak sekolah berupaya mendapatkan bantuan komputer dari Pemkab OKU Selatan," jelasnya.(hanif)

