Masyarakat Rindukan Angkutan Batubara di Jalinsum
WAY KANAN, KabaRakyatsumsel.com--Lancar
nya tambang dan akses transportasi Batubara, sangat meningkatkan roda
perekonomian masyarakat di sekitaran jalan lintas (tengah) Sumatera
/JALINSUM Tengah provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) dan Lampung,
khususnya Kabupaten Way Kanan.
Pantauan
awak media ini, sekarang roda perekonomian agak Tersendat semenjak di
larang nya transportasi angkutan batu bara melintas di JALINSUM tengah,
20/12 /2019.
apalagi
semenjak di resmikan nya tol trans Sumatera bakauheuni Lampung -
sumsel, intensitas mobil ekspedisi dan bus bus yg melalui JALINSUM
Tengah Sumatera , drastis menurun, dan ini sangat mempengaruhi
pendapatan masyakat yang ada di pinggiran JALINSUM Tengah.
Data yang Terhimpun, banyak pemuda yang menganggur dan beralih profesi . Sehingga meningkat nya Angka kriminalitas,
kami
menyesal dulu telah berburuk sangka dan bersikap diskriminaif dan
oportunis/mengambil kesempatan terhadap angkutan transportasi batubara
yang melintas, ujar salah satu mantan peserta posko posko aksi di
JALINSUM.
Kami sangat
merindukan lalu lalang nya angkutan transportasi Batubara di Jalinsum
Tengah, karena dari aktivitas itu, perputaran roda perekonomian kami
meningkat dan sejahtera, ungkap Yanto salah satu pemilik warung makan di
JALINSUM Tengah Kab. Way Kanan.
Hal
senada juga di sampai kan oleh Abas pemilik usaha tambal ban, ramai
nya transportasi angkutan yg lewat di Jalinsum Tengah ini sangat
membantu ekonomi kami, terutama pengusaha dan masyarakat yang
menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi Batubara di
seputaran Jalinsum, dan berharap segera berjalan nya lagi aktivitas
transportasi angkutan (Batubara) tersebut, ujarnya.
Seperti
di ketahui Sejak 8 November 2018, Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel],
Herman Deru, mencabut peraturan gubernur (Pergub) Sumsel No. 23 Tahun
2012 Tentang Transportasi Angkutan Batubara. Semua angkutan batubara
yang melalui jalan umum di darat dilarang melintas di Jalinsum provinsi
Sumatera Selatan. (ryuz)

