News BreakingNews
Live
wb_sunny

Breaking News

UN SMA / MA Digelar, Jangan Percaya Kunci Jawaban Palsu

UN SMA / MA Digelar, Jangan Percaya Kunci Jawaban Palsu

BANYUASIN, KBRS – Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Banyuasin, Ridwan Nawawi. SAg MSi memastikan semua SMA/MA sudah siap Menggelar Ujian Nasional (UN) Hari Ini Senin (10/4).

Mengingat, katanya, semua naskah soal Ujian Nasiaonal Pensil Kertas (UNPK)  sudah tiba di masing-masing sekolah penyelenggara tiga hari sebelum penyelenggaraan UN tahun pembelajaran 2016/2017.
Tahun 2017, tegas Ridwan, ada dua jenis penyelengara UN yakni, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK). Untuk UNBK diikuti oleh 11 SMA. Sedangkan MA belum menyelenggarakan UNBK. 

Untuk hari pertama dijadwalkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, baik UNBK maupun UNPK. Hanya saja penyelenggraan UNBK tiga sesi bagi yang memiliki banyak komputer, sedangkan UNPK masih seperti tahun sebelumnya.

Dia juga berpesan pada semua siswa peserta UNBK dan UNPK agar agar jangan percaya dengan kunci jawaban palsu, sebab akan menyesatkan saja. Peserta ujian harus yakin dengan diri sendiri.

“Bila ada kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa semuanya bohong, sebab ada orang tertentu yang tidak bertanggungjawa untuk menjebak siswa peserta ujian nasional,” terang Ridwan.

Untuk memperoleh nilai yang baik tentunya siswa harus belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat menjawab seluruh pertanyaan yang ada di dalam lembar soal UN baik UNBK maupun UNPK.

Diminta semua siswa agar percaya diri dengan  kemampuan sendiri dalam mengisi soal UN. Siswa diminta jangan mencari apalagi mengandalkan kunci jawaban yang tersebar itu untuk mengisi soal.

Jumlah peserta UN di Kabupaten Banyuasin khusus untuk tingkat SMA/MA tahun pembelajaran 2016/2017 sebanyak 5.564 siswa, terdiri dari 4.223 peserta SMA dan 1.541 peserta dari MA.

Dijelaskan, untuk sekarang pihak sekolah harus menunjukkan kwalitas lulusan, bukannya kwantitas, karena penentuan kelulusan ada pada sekolah, sehinga sekolah bisa mementukan kreteria kelulusan.
“Lulus 100 persen bukan lagi suatu kebanggan, tapi bila siswa lulus dengan kwalitas nilai baik itulah yang perlu ditonjolkan, karena sekolah tidak hanya berharap kalau siswanya hanya tamat SMA/MA, melainkan melanjutkan ke perguruan tinggi berkualitas,” pungkasnya. (Adam Malik)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.